Senin, 26 Februari 2018

Live In Pujiharjo

DESA WISATA PUJIHARJO

Kamis, 15 Februari 2018

Sejarah dan Profil Desa Pujiharjo

DESA WISATA PUJIHARJO

        Sejarah Desa Pujiharjo


Pada awal tahun 1925 terdapat 4 (empat) orang nelayan asal Desa Tambakasri yang boro mancing di Pantai Sipelot. Nama Sepelot diambil dari nama gua sarang burung sebelah barat teluk itu. Empat orang nelayan tersebut adalah (1) Poniman alias P. Win, (2) Sahri alias P. Ning, (3) Sarun alias P. Sugeng, (4) Sariman alias P. Sum.
Karena membutuhkan air untuk mandi, minum, dan masak, 4 orang tersebut memasuki hutan Sepelot sampai agak jauh, sambil mencari bambu untuk menyimpan air minum. Akhirnya ke 4 orang tersebut menemukan daerah yang sangat luas, datar, dan sangat baik bila dibuka untuk pedesaan.
Setelah kembali ke Desa Tambakasri, 4 orang tersebut menemui Pak Tarimin alias Pak Puji, tetua Desa Tambakasri. Mereka menceritakan hal penemuan mereka di hutan Sepelot yang sangat baik bila dibuka untuk pedesaan.
Pak Puji bersama-sama beberapa orang lalu menyatakan sendiri kehutanan Sepelot sampai ke ujung utara hutan itu. Ia menemukan hal yang sama dengan keempat orang yang pertama datang.
Sepulang dari hutan sepelot, Pak Puji pergi ke Desa Suwaru menghadap wakil pemerintahan Belanda yang bernama Zending, yang artinya Badan Pekabaran Injil Belanda. Permohonan membuka hutan Sepelot disampaikan dan akhirnya permohonan itu dikabulkan. Pak Puji memberi ijin membuka hutan Sepelot.
Hal ini diberitakan kepada saudara-saudara Pak Puji di Desa Suwaru, bagi yang mau ikut segera mendaftar, dan akhirnya dari Desa Peniwen mendapat 45 orang yang mau ikut membuka hutan. Demikian juga di Desa Tambakasri, Pak Puji juga mencari orang-orang yang mau ikut membuka hutan Sepelot, juga mendapat 45 orang yang bersedia ikut.
Pada tahun 1925, dengan anggota sebanyak 90 orang mengawali membuka hutan Sepelot. Dalam waktu kira-kira 1 bulan sudah disiapkan 1 pondok untuk berteduh 90 orang, yang sekarang letaknya kira-kira di sekitar rumah Mbah Pen. Sesudah mengawali itu, 90 orang diatur bergilir bagi yang ingin menggarap ladang atau sawah dimohon setia pada aturan, supaya tetap sebagai anggota. Dan jika tidak taat pada aturan akan dicoret/diberhentikan sebagai anggota.
Pada tahun-tahun berikutnya (1925-1928) kelompok ini sudah menyiapkan:
1.         Tempat rumah warga dan ¼ Ha lahan setiap warga
2.         Tanah bengkok Pamong desa kira-kira 17 Ha
3.         Calon tanah makam desa 1 Ha
4.         Calon kebun desa 1 Ha
5.         Tanah calon lapangan 1 Ha
6.         Tanah untuk tempat Gereja 1 Ha
7.         Tanah calon Balai Desa dan Sekolahan 1 Ha
8.         Semua jalan kampung sampai pada simpang 3 dan simpang 4
9.         Jalan terobosan keluar Desa Gampingan sepanjang ± 15 Km
Pada akhir tahun 1928, Sepelot diresmikan sebagai Pedukuhan ikut Desa Wonoagung dan Pepanthan Jemaat Tambakasri. Hal ini dilaporkan pula ke pemerintah di Suwaru, yang akhirnya Pak Puji diberi ketentuan bahwa pertengahan bulan Juli 1932 tanggal menyusul, Sepelot diresmikan sebagai jemaat dan juga mendirikan Sekolah Rakyat III. Selain itu nama Sepelot akan diganti menjadi Pujiharjo.
Pada waktu itu Perangkat Desa yang sudah terbentuk, kecuali Kepala Desa antara lain:
1.         Kamituwo     : Pak Suryo
2.         Carik             : Pak Adtemo
3.         Kepetengan   : Pak Saruh
4.         Bayan                        : Pak Muntialin
Akhirnya Bpk. Pendeta yang datang ialah Pendeta Witres dan Pendeta Depris. Pada hari Minggu tanggal 16 Juli 1932 Desa Sepelot diresmikan sebagai desa baru yang namanya PUJIHARJO, dengan Kepala Desanya yang pertama Pak Driyel.
Pembagian upah pamong desa pada waktu itu diatur sebagai berikut:
1.         6 Ha untuk Kepala Desa
2.         4 Ha untuk Carik
3.         3 Ha untuk Kamituwo
4.         ½ Ha untuk Kepetengan
5.         1 ½ Ha untuk Bayan
Pada tanggal dan bulan itu pula diresmikan:
1.         Desa Kristen
2.         Jemaat Kristen
3.         Sekolahan Kristen
Setelah terbentuknya jemaat pada tanggal 16 Juli 1932 yang menjadi pendeta pertama adalah Bpk. Renggo dari Desa Sitiarjo dan 7 orang Rat Pasamuwan alias Majelis antara lain:
1.         Bpk. Stepanus
2.         Bpk. Sarimin
3.         Bpk. Herman
4.         Bpk. Kartemas
5.         Bpk. Sadiman
6.         Ibu Sriwianah
7.         Ibu Sariami
Balai Desa di rumah Pak Driyel, dan rumah ibadah merangkap sekolahan. Peresmian langsung dipimpin oleh Pendeta Belanda, sesudah doa syukur lalu makan bersama-sama.
SejarahTokoh/Pemimpin Desa Pujiharjo         
PadajamankolonialBelandaDesaPujiharjodipimpinolehseorangKepalaDesa/Petinggi yang secaraberurutansebagaiberikut:
1.         BapakDriyel                          : tahun 1932 s/d 1954
2.         Bapak Minggrat                    : tahun 1954 s/d 1971
3.         Bapak Musiran                      : tahun 1971 s/d 1991
4.         Bapak SihWanudyo              : tahun 1991 s/d 2000
5.         Bapak Asmo Aji                   : tahun 2000 s/d 2003
6.         Bapak Sulistyoadi,S.Pd        : tahun 2004 s/d 2014
A.    Visi dan Misi
1.         Visi
Bersamaan dengan penetapan KepalaDesa Pujiharjo terpilih, dirumuskan dan ditetapkan juga Visi Kepala Desa Pujiharjo yang secara otomatis menjadi Visi Desa Pujiharjo selama masa jabatan Kepala Desa, sebagaiberikut:

“ PUJIHARJO BANGKIT “
Keberadaan Visi ini merupakan cita-cita yang akan dituju di masa mendatang oleh segenap warga Desa Pujiharjo. Dengan visi ini diharapkan akan terwujud masyarakat Desa Pujiharjo yang berdaya saing, aman, ngayomi, guyup rukun, kerja nyata, indah, dan tertib. Di samping itu, diharapkan juga akan terjadi inovasi pembangunan Desa di berbagai bidang utamanya sarana prasarana, pendidikan, kesehatan, sosial masyarakat, keagamaan, budaya masyarakat, dan pertanian, serta terwujudnya pelayanan masyarakat yang mudah, cepat dan murah.

2.    Misi
Hakekat Misi Desa Pujiharjo merupakan turunan dari Visi Desa Pujiharjo. Misi merupakan tujuan jangka lebih pendek dari visi yang akan menunjang keberhasilan tercapainya sebuah visi. Dengan kata lain Misi Pujiharjo merupakan penjabaran (break down) lebih operatif dari Visi. Penjabaran dari visi ini diharapkan dapat mengikuti dan mengantisipasi setiap terjadinya perubahan situasi dan kondisi lingkungan di masa yang akan datang dari usaha-usaha mencapai Visi Desa Pujiharjo.
Untuk meraih Visi Desa Pujiharjo seperti yang sudah dijabarkan di atas, dengan mempertimbangan potensi dan hambatan baik internal maupun eksternal, maka disusunlah Misi Desa Pujiharjo sebagai berikut:
1.      Melaksanakan pembangunan sarana prasarana.
2.      Melaksanakan pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, sosial masyarakat, keagamaan, budaya, keamanan serta meningkatkan sumber daya manusia.
Melasanakan pelayanan masyarakat yang administratif.




 Tabel 1


Nama Pejabat Pemerintah Desa Pujiharjo
No
Nama
Jabatan
Pendidikan
1
Hendik Arso Hadi Winulyo, S.H
KepalaDesa
S1
2
Sri Kuncoro
SekretarisDesa
SPG
3
Indah Widiastutik
KaurKeuangan
SMK
4
Maria Yustina, S.Pd
KaurTU &Umum
S1
5
Suto Rahadi Poleksono
Kasun Krajan
SMA
6
Feri Agus Cahyono
KasunSepelot
SMA
7
Adi Sutrisno
Kasi Pemerintahan
SMA
8
Admojo Adi
Kasi Pelayanan
SMA
9
Poniran
Kaur Perencanaan
SPG
10
Sumarlan
Kasi Kesejahteraan
SMA
11
Sis Trenyuh
Staf Desa
SMA

Jumlahpendudukmenurut:
                       a.  JenisKelamin
No
JenisKelamin
Tahun 2014
Tahun 2015
Tahun 2016
1
Laki-laki
3.378
3.420
3.453
2
Perempuan
3.367
3.400
3.441

Jumlah
6.745
6.820
6.894

















Pesona Sipelot

DESA WISATA PUJIHARJO

Pesona Sipelot


Panorama Alam Pesisir Sipelot (Iman)

Pantai Sipelot merupakan salah satu destinasi wisata di Malang Selatan yang sangat alami dan masih belum tersentuh oleh campur tangan manusia. Pantai ini terletak di Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Untuk menuju pantai Sipelot cukup memakan waktu kurang lebih tiga jam dari arah Malang melewati gadang, kota Dampit, dan kecamatan Tirtoyudo dengan medan perjalanan yang cukup menantang bagi wisatawan. 

Rombongan KKN XXX Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Meskipun perjalananya yang rumit menuju Sipelot, akan terasa sangat menyenangkan, karena sepajang perjalanan anda akan menikmati keindahan perkebunan Kopi, Pisang, Kelapa, dan Cengkeh yang menyejukan sepanjang perjalanan. Semua penat selama perjalanan akan hilang ketika anda tiba di pantai Sipelot, disana anda akan menikmati keindahan pantai Sipelot dengan hamparan pasir yang lembut dan udara segar dari pepohonan yang tumbuh ridang disekitar perbukitan. 


Wisatawan sedang menikmati panorama Sipelot

Selain pantai Sipelot Anda juga bisa menikmati beberapa pesona wisata lainnya yang berada tidak jauh dari Sipelot. Anda cukup menyewakan perahu nelayan untuk menuju kesana dengan biaya yang relatif murah, yakni Rp 150.000 untuk setiap destinasi. Destinasi-destinasi tersebut antara lain, Air terjun Wedi Putih, Kali Timo, Watu  Payung dan Pantai Tenger. 

Rute Perjalanan ke pantai Sipelot bisa anda telusuri dari Googlemap melalui alamat berikut https://goo.gl/maps/F98XewCi9Xn